Monthly Archives: April 2026

KPK Gelar Sharing Session Tingkatkan Kualitas Artikel Ilmiah Pegawai

Jakarta, 30 Oktober 2024 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kapasitas pegawai melalui penyelenggaraan kegiatan Sharing Session penulisan artikel ilmiah Jurnal Integritas bersama Prof. Dr. Juneman Abraham, S.Psi., M.Si., seorang Profesor dari BINUS University sekaligus Mitra Bestari Jurnal Integritas.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Randi – Yusuf, Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK ini merupakan upaya menjaring juga meningkatkan kualitas artikel ilmiah yang disusun oleh Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi berdasarkan kedekatan isu lembaga.

Hadir sebagai narasumber, Juneman secara mendalam mengupas tuntas berbagai aspek penting dalam penulisan artikel ilmiah. Mulai dari tahap penggalian ide hingga menjelaskan arti kebaruan/novelty dalam penelitian. Menurutnya, kebaruan merupakan hal penting dalam penelitian ilmiah sebagai pembeda dari studi-studi sebelumnya. Ia menguraikan langkah-langkah menemukan celah dalam penelitian terdahulu yang bisa menjadi dasar untuk mengembangkan pendekatan baru terhadap penelitian yang akan dibuat.

Selain itu, Juneman memberikan panduan menyusun konsep penelitian dengan kerangka berpikir yang logis, serta tips merancang hipotesis yang terstruktur untuk memperkuat argumen dari setiap penelitian yang akan dibuat. Tidak hanya itu, ia menunjukkan struktur penulisan ilmiah yang sesuai standar dari abstrak hingga kesimpulan yang harus diperhatikan oleh penulis, untuk memastikan karya ilmiah mudah dipahami oleh pembaca.

Juneman juga mengulas mengenai reference management tools dalam penulisan ilmiah agar memudahkan penulis dalam melakukan sitasi terhadap sumber data. Juneman pun memaparkan bahwa saat ini kita sudah berada di era open data.

“Saya termasuk pejuang open data dan sebagaimanapun sulitnya mencari data tersebut, ketika sudah saya dapatkan, tentu akan saya bagikan dan orang boleh memanfaatkannya.” Ujarnya.

Pada penghujung acara, dijelaskan mengenai mekanisme penggunaan kecerdasan buatan secara etis dan bertangungjawab sesuai dengan standar etika serta peranannya dalam meningkatkan kualitas penelitian yang nantinya akan dibuat.

Dengan adanya sharing session ini, KPK berharap ada penambahan kuantitas pada tulisan ilmiah dari internal mengenai program dan kinerja KPK yang akan di submit ke Jurnal Integritas.

Sumber: KPK web site

Statistics and Mathematics Anxieties

Riset kami tentang Kecemasan Pelajar terhadap Statistika diangkat oleh Pusat Kebudayaan Perancis (Institut Français d’Indonésie – IFI) dalam rubrik Sains & Teknologi. Merupakan sebuah kehormatan untuk dapat diulas oleh platform lintas negara.

Sejak saat itu, saya berpartisipasi dalam riset-riset lanjutan mengenai topik ini dengan terlibat pada sinergi lebih banyak negara. Nantikan publikasi ilmiah kami untuk tahun 2026 🙂

Jurnal Sciences Humaines menyoroti penelitian dua peneliti psikologi sosial dari Universitas Bina Nusantara mengenai kesukaan akan angka-angka dan penggunaannya.

Penelitian tersebut berangkat dari pengamatan terhadap mahasiswa-mahasiswa ilmu sosial dan psikologi yang cenderung tidak menyukai metode kuantitatif dalam melakukan penelitian mereka meski metode tersebut memberikan sumbangsih besar. Mengapa? Hal tersebutlah yang coba dipahami oleh Juneman Abraham, dosen psikologi sosial, dan mantan mahasiswanya, Tommy Prayoga, dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam Kasetsart Journal of Social Sciences.

Hasilnya, disimpulkan tiga faktor penentu mengapa kita menyukai atau membenci angka-angka:

1. Metode pengajaran matematika yang membantu para pembelajar memahami konsep matematika, penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, dan dengan demikian merasa mampu menggunakan statistik.

2. Kepercayaan diri dalam menyelesaikan sebuah masalah yang meningkatkan kecenderungan para pembelajar dalam mengunakan angka-angka.

3. Sikap dalam menghadapi sesuatu yang belum diketahui yang telah tumbuh sejak usia muda dan yang menjelaskan ketakutan mereka akan kegagalan. Kenangan buruk terhadap matematika juga mempengaruhi.

Kesukaan terhadap statistik di Prancis juga sama rendahnya dengan di Indonesia!