Category Archives: Uncategorized

Konferensi Pencegahan Bunuh Diri Pertama di Indonesia

Pada 9 September 2023, menjelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia (10 September 2023), saya mengikuti konferensi pencegahan bunuh diri pertama di Indonesia.

Sebelumnya, kami menerbitkan makalah bertajuk, “Strategi pencegahan bunuh diri nasional pertama di Indonesia: Temuan kunci dari analisis situasional kualitatif”.

Pelatihan Penulisan Ilmiah di Fakultas Humaniora BINUS

Pada 8 September 2023, bertempat di BINUS Kijang Function Chamber, saya menjadi narasumber penulisan ilmiah di Fakultas Humaniora BINUS University yang sedang mengusung tema besar Digital Humanities (Humaniora Digital).

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Rapat Pimpinan BINUS Higher Education

Satu Juli 2023 adalah ulang tahun BINA NUSANTARA. Pada 11 Juli 2023, para pimpinan BHE (BINUS Higher Education) mengadakan rapat untuk menentuk strategi BINA NUSANTARA.

Saya di baris pertama dari atas. Keempat dari kanan 🙂

Recognition of Current Competency Asesor Kompetensi BNSP

Pada 15 dan 16 Oktober 2022, saya mengikuti kegiatan RCC Asesor Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Psikologi Indonesia, bertempat di Ubaya Training Center Trawas, Jawa Timur.

Sebelumnya, saya telah mengikuti Refreshment Asesor pada tanggal 2-3 Oktober 2021 (tahun lalu) dan Upgrading Asesor pada tanggal 13-14 Agustus 2022 (tahun ini).

Pembicara Workshop Menulis Jurnal Scopus

Pada 19 Agustus 2022, saya berbicara di Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang, mengenai Penulisan Artikel Ilmiah Terindeks SCOPUS.

Judul tersebut kurang dapat saya pahami karena dalam kenyataannya kasus-kasus yang terjadi pada indeksasi global, termasuk Scopus, seperti jurnal predator, jurnal terbajak (hijacked), jurnal discontinued, dan sebagainya, menunjukkan bahwa Kita harus selalu kembali pada makalah/paper/artikel-nya, bukan indeksnya.

Tidak ada yang benar-benar baku/standar. Contoh: tidak baku (baca: tidak selalu) bahwa artikel yang terbit di jurnal Q1 (Quartile 1)/Top-tiered (istilah yang masih problematik) lebih baik kualitasnya daripada artikel yang terbit di jurnal Q3 (Quartile 3) atau bahkan Non-Quartile. Tidak juga. Faktanya, semua itu bergantung pada proses ketekunan/keseriusan penulis/peneliti dalam merancang penelitian dan menghasilkan tulisan serta proses penelaahan sejawat (peer review) yang berlaku untuk setiap artikel (bukan jurnal).

Oleh karena judul tersebut kurang terpahami, maka dalam paparan salindia (Power Point) saya, saya menambahkan subjudul Good Research and Publication Practices (GRAPE).

Semoga bermanfaat untuk sejawat di Psikologi UNNES!