Category Archives: Akademik

Diskusi Publikasi: Forum Pengelola Jurnal Psikologi

Pada 5 Agustus 2020, Tim Redaksi Jurnal Anima menjadi penyelenggara Forum Diskusi Publikasi Ilmiah Psikologi.

Latar belakang dari kegiatan ini sebagaimana tertera dalam surat dari Dekan Fakultas Psikologi, Universitas Surabaya, adalah sebagai berikut:

Sehubungan dengan adanya persyaratan publikasi dalam jurnal terakreditasi, bagi mahasiswa pada jenjang Magister dan dosen dengan jenjang akademik Lektor Kepala, kami memperhatikan bahwa defisit naskah bermutu masih menjadi masalah bersama, tidak terkecuali bagi kami.

Adaya minat berkuliah di jenjang Magister Psikologi Sains dan Magister Psikologi Profesi yang terus berkembang dan makin tegasnya tuntutan publikasi bagi pemenuhan kewajiban terkait pemberian tunjangan profesi dosen, membuat kondisi ini makin memerlukan perhatian khusus dan serius. Pembiaran terhadap tantangan ini berpotensi memunculkan masalah terkait kelancaran studi mahasiswa dan kinerja dosen. Hal yang lebih memprihatinkan adalah potensi ancaman penyimpangan integritas akademik.

Sebagai pengelola Pendidikan Tinggi Psikologi yang memiliki program pendidikan Magister Psikologi Profesi (sejak 2004), Magister Psikologi Sains (sejak 2012), Doktor Psikologi (sejak 2018) dan jurnal ilmiah nasional (ANIMA Indonesian Psychological Journal, sejak 1985), kami merasakan adanya kebutuhan mendesak untuk melakukan “matching & improvement” antara standar dari naskah yang kami hasilkan dengan tuntutan kualitas pada media publikasi jurnal ilmiah psikologi yang terakreditasi pada sistem ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional), mulai peringkat SINTA 2 sampai dengan SINTA 6.

Dalam rangka menjawab kebutuhan tersebut, kami menginisiasikan adanya forum diskusi untuk menjajaki kemungkinan sinergi, khususnya dengan para pengelola jurnal ilmiah psikologi di Indonesia. Tujuan pertemuan ini khususnya untuk menyamakan persepsi mengenai standar mutu, etika, dan prosedur publikasi artikel ilmiah hasil penelitian mahasiswa dan dosen dalam sebuah kolaborasi yang bersifat mutualistik antar lembaga.”

Sebagai salah seorang anggota Dewan Editor Anima, Dr. Juneman Abraham mengusulkan agar Forum yang digagas oleh Anima-Universitas Surabaya ini dapat memanfaatkan platform ScienceOpen untuk menwujudnyatakan ide dari Ketua Dewan Editor Anima, Dr. Ide Bagus Siaputra (yang juga merupakan satu tim ANJANI/Anjungan Integritas Akademik dengan Dr. Abraham) untuk menyinergikan upaya proses publikasi yang melibatkan para pengelola jurnal ilmiah psikologi di Indonesia. Dr. Siaputra menegaskan bahwa Forum ini bersifat melengkapi (komplementer), bukan menggantikan (substitusi) Forum Pengelola Jurnal Psikologi Indonesia (FPJP), yang selama ini digawangi oleh Bapak Sartana dari Universitas Andalas.

Platform ScienceOpen mampu memfasilitasi review awal/preliminer secara terbuka oleh para pengelola jurnal ilmiah psikologi Indonesia terhadap naskah-naskah publikasi yang diajukan penulis – yang berasal dari tesis magister, dan sebagainya, sesuai dengan standar atau parameter kualitas minimum publikasi yang disepakati di kalangan pengelola jurnal psikologi.

Setelah perbaikan dilakukan oleh penulis melalui ScienceOpen Preprints, para pengelola jurnal dapat melakukan pendekatan atau pun negosiasi untuk menawarkan kemungkinan naskah tersebut diterbitkan di jurnalnya. Penulis dapat memutuskan hendak menerima tawaran atau negosiasi yang mana. Hal ini mirip dengan proses yang dilakukan editor Penerbit Buku selama ini, yang melakukan “perburuan” (hunting) naskah-naskah berkualitas, dengan memberikan komentar di berbagai blog kandidat penulis yang dipandang potensial untuk dijadikan buku.

Seluruh proses ini berlangsung murni berdasarkan substansi mutu artikel. Tidak semua orang dapat melakukan review di ScienceOpen. Pengelola jurnal psikologi yang hendak melakukan peninjauan sejawat (peer review) perlu memenuhi terlebih dahulu syaratsyaratnya.

Dr. Abraham sendiri menjadi salah seorang reviewer dalam konteks post-publication peer review. Artinya, naskah yang sudah terbit masih dapat di-review dan diberikan rating.

Forum tersebut dihadiri oleh lebih dari 20 pengelola jurnal ilmiah psikologi Indonesia, termasuk dari Fakultas Psikologi UI, UGM, Unisba, UII, dsb.

Pertemuan ini dilanjutkan dengan Simposium Daring Standardisasi Publikasi Ilmiah di Bidang Psikologi, pada 22 Agustus 2020.

Isu Etika Dalam Penelitian

Diskusi daring mengenai isu etis dalam penelitian berlangsung di Webinar dengan menggunakan Zoom, diselenggarakan oleh UIN Alauddin Makassar bekerjasama dengan ICMI dan sejumlah jurnal ilmiah.

Strategi Tembus PKM: Dari A ke Z

Pemaparan Dr. Juneman Abraham dan Cindy Carneta, pada 2 Juli 2020, dalam Webinar Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti

Sebelumnya, Dr. Abraham memberikan sejumlah pelatihan di internal alma mater-nya, baik di BINUS Kemanggisan maupun BINUS Malang

Pembicara Kunci (Keynote Speaker) / Sesorah-nada-dasar* Dalam Konferensi Studi Perilaku

Meskipun telah banyak kali sebagai penyaji (presenter) makalah dalam berbagai event internasional, Rabu, 24 Juni 2020 merupakan kali kedua saya menjadi Pembicara Kunci (Keynote Speaker) dalam sebuah konferensi ilmiah internasional, setelah sebelumnya berbicara di KU Leuven, Belgia.

Konferensi ilmiah itu adalah AMER ABRA International Virtual Conference on Environment-Behaviour Studies, atau disingkat AIVCE-BS. AMER ABRA sendiri merupakan singkatan dari Association of Malaysian Environment-Behaviour Researchers – Association of Behavioural Researchers on Asians/Africans (Persatuan Penyelidik-Penyelidik Perilaku Orang Asia/Afrika) .

Sebagaimana disebutkan dalam prospektus ini, sejak 2009, saya menjadi Keynote Speaker ke-83 dalam seluruh rangkaian konferensi ilmiah internasional yang diselenggarakan oleh AMER ABRA.

Sejumlah nama lainnya yang pernah menjadi Keynote Speakers juga adalah Prof. Dr. Gary Evans (Cornell University), Emer. Prof. Dr. Christopher Spencer (University of Sheffield), Assoc. Prof. Dr. Ir. Iwan Sudradjat (ITB), Prof. Dr. Roger Fay (University of Tasmania), Emer. Prof. Dr. Robert Marans (University of Michigan), Assoc. Prof., Dr. Shenglin Elijah Chang (National Taiwan University), Prof. Dr. Emil Salim (Council of Advisors to the President of the Republic of Indonesia), Dr. Kate Bishop (University of New South Wales), Ar. John Brennan (University of Edinburgh).

Dalam keynote speech ini saya berbicara mengenai The Psychology of Corruption: How far we have moved in research. Saya memaparkan perkembangan studi psikologi korupsi di Indonesia dan dunia pada umumnya, memaparkan hasil-hasil studi saya bersama tim peneliti psikologi korupsi, serta memberikan sejumlah rekomendasi ke depan.

Konferensi ilmiah internasional yang diselenggarakan AMER ABRA sangat menjaga mutu publikasinya. Komite/panitia memiliki tradisi untuk mengumumkan Best Paper Awards. Nomor urut pertama dari paper yang menerima awards kali ini adalah paper yang ditulis oleh Dr. Ni Ketut Agusintadewi dari Universitas Udayana, Indonesia. Suatu hal yang membanggakan!

Catatan kaki:
*) Padanan bahasa Indonesia dari keynote speech sebagai “sesorah-nada-dasar” saya peroleh dari Prof. Liek Wilardjo dari UKSW. Saya mendengar sendiri pertanggungjawaban istilah Indonesia tersebut sewaktu menjadi salah seorang penyaji dalam konferensi “Menggugat Fragmentasi dan Rigiditas Pohon Ilmu“, di mana saya membawakan sebuah makalah.

Isi Jurnal Bereputasi yang Baik, Seperti Apa?

Sebagai Anggota Dewan Pakar Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP), Dr. Juneman Abraham menyampaikan mengenai pokok-pokok isi jurnal bereputasi yang baik pada 12 Juni 2020.

Diantaranya ia menekankan inovasi dalam substansi dan tata kelola jurnal yang dapat menjadi kebanggaan komunitas akademik atau pun organisasi profesi bidang bahasa, sastra, dan pengajarannya. Pengelolaan jurnal ilmiah merupakan sebuah proses sosial yang diwarnai dengan kepiawaian dalam substansi, metodologi, serta filosofi. Sejumlah rekomendasi disampaikan dalam kegiatan ini.

Good Science Indonesia

Komunitas Good Science Indonesia (GSI) pada 29 Mei 2020 melakukan diskusi daring mengenai perkembangan komunikasi ilmiah di Indonesia. Berikut ini adalah pokok-pokok yang disampaikan oleh Dr. Juneman Abraham (mulai menit 1:20:00) di dalam Diskusi tersebut:

1. Kebenaran Ilmiah sifatnya Tentatif dan selalu terbuka terhadap Revisi. Artikel publikasi ilmiah sifatnya tidak final (statis). Hal ini hendaknya boleh tercermin dalam seluruh kebijakan penerbitan maupun praterbit. Sehingga tidak perlu bingung jika indeksasi dan sebagainya mencerminkan evolusi naskah (version 1, version 2, dst; bahkan hal ini sudah dilakukan Jurnal Bereputasi Quartile/Q1 F1000Research). 

2. Organisasi profesi psikologi di Indonesia, HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia), dengan menyadari bahwa Psikologi secara global adalah salah satu bidang ilmu yang terdepan dalam mengadvokasi sains terbuka, telah melakukan beberapa langkah di dalam organisasi, seperti (a) menerbitkan Majalah Ilmiah Populer Profesi edisi khusus sains terbuka, (b) membuka akses seluruh buku di http://publikasi.himpsi.or.id, serta (c) memohon Executive Note untuk Buku HIMPSI kepada Menteri Pertahanan, Letjen TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto, yang disetujui proposal note-nya mengintegrasikan ide sains terbuka, khususnya dalam kaitan dengan bidang Hankam (pertahanan dan keamanan) negara. Ini sekadar berbagi beberapa langkah sederhana yang masih perlu dikembangkan untuk mengarusutamakan sains terbuka.

3. Dialog dengan pustakawan adalah perlu. Setiap kampus memiliki Perpustakaan. Pustakawan biasanya mendalami ilmu informasi sehingga dapat lebih ‘nyambung’ untuk melakukan pengenalan dan ajakan implementasi praktik sains terbuka.

Beberapa Kepala Perpustakaan dan jajarannya mampu menjangkau faculty member dengan kebijakan-kebijakan library-nya (seperti pengarsipan mandiri, dsb). Hal ini terkait dengan brand awareness, reputation universitas dsb yang justru ingin dicapai kebanyakan perguruan tinggi yang ingin berkelas dunia.

4. Pengambil kebijakan sifatnya tidak homogen, melainkan heterogen. Tidak semua pengambil kebijakan tidak berterima dengan pracetak, RINarxiv dsb.

Cukup banyak yang dapat bersetuju bahwa pracetak MedRxiv dan Arxiv yang lain, misalnya berdasarkan situasi-situasi konkret berikut ini, 

It’s meant to help: Harvard professor responds after government dismisses study on undetected coronavirus cases

Ilmuwan Harvard: Virus Corona Seharusnya Sudah Menyebar di Indonesia

Alasan BMKG Pakai Jurnal Belum Peer Review Soal Corona dan Iklim

apabila diperhatikan sungguh-sungguh oleh segenap pemangku kepentingan kesehatan, akan menyelamatkan lebih banyak nyawa terkait serangan pandemi Covid-19. Jadi ‘pertaruhan’ kita akan hal penerimaan dan pemantauan (kritis) terhadap apa-apa yang berkembang dalam pracetak atau Arxiv sudah sampai pada taraf nyawa manusia. Arxiv hendaknya kita sikapi secara kritis (sama halnya dengan publikasi yang sudah peer-reviewed sekalipun) serta insafi arti pentingnya secara moral.

5. Sangat setuju bahwa komunikasi sains sangat perlu “digalakkan”. Kita punya ‘modal’ yang besar dimana penduduk kita gemar menggunakan media sosial. Komunikasi sains perlu menjangkau media-media non-jurnal/non-prosiding seperti demikian, justru untuk membuat riset-riset kita baik yang sudah terbit di jurnal/prosiding maupun belum lebih dikenal serta lebih bermaslahat buat bangsa dan negara. 

Sertifikasi Webmaster Professional

Beberapa orang sempat bertanya kepada saya, darimana kompetensi di bidang Teknologi Informasi (TI) saya peroleh.

Saya mengikuti sertifikasi internasional di bidang ini, khususnya di bidang per-situsweb-an, dan selanjutnya menjadi Instruktur (Widyaiswara) di bidang ini selama lebih kurang 5 (lima) tahun.

Saya tidak hanya mendidik dalam bidang ini, akan tetapi juga aktif menulis, diantaranya:

  • Meta Tag untuk Promosi Situs, diterbitkan oleh Majalah Neotek (2003). Sebagai seorang yang mempelajari Psikologi, saya senantiasa memberikan nuansa psikologis dalam artikel TI saya, dan saat ini saya sedang mengembangkan sebuah cabang Psikologi di Indonesia, yaitu Psikoinformatika (Psychoinformatics). Pada 2003, saya masih mahasiswa S1 Fakultas Psikologi, dan dalam artikel di Neotek ini, saya sudah menyebutkan bahwa “Kita dapat memperoleh gambaran mengenai hal tersebut dengan mengamati perilaku dari search engine tersebut, dengan membandingkan berulang-ulang antara input pencarian yang kita masukkan dengan hasil penemuan informasi (retrieval)-nya.”
  • Faktor Manusia dalam E-Learning, diterbitkan oleh Majalah Intisari (2009). Dalam artikel ini, saya sudah menyinggung aspek pemberdayaan, di samping keterlibatan, keterhubungan, dan kemenarikan, dalam situs belajar elektronik. Saya juga menceritakan analogi perbandingan psikologi perkembangan manusia dengan evolusi e-learning, serta potensi situs belajar daring untuk melakukan learning, relearning, dan unlearning. Di samping itu, untuk pertama kalinya, saya meluncurkan istilah “Psikoteknologi” (lihat halaman 153) dan menekankan tiga buah aspeknya, yakni (1) Sistem ganjaran dan motivasi, (2) Sistem perekaman dan gaya belajar, serta (3) Dapat menyebabkan perubahan sosial. Saya bertanya di akhir tulisam, “Di tangan Anda, e-Learning ingin dijadikan apa?“.

Dengan demikian, kalau pun harus ditulis lengkap nama dan gelar akademik serta sebutan profesional saya, maka akan menjadi Dr. Juneman Abraham, S.Psi., M.Si., A.W.P., C.W.P. Kendati demikian, saya lebih senang dipanggil nama saja. Rekan seperjuangan saya yang juga memiliki sertifikasi serupa adalah Bapak Djati Adi Wicaksono, M.Inf.Sys., A.W.P. dari PascaSarjana Universitas Mercu Buana Jakarta

Sukses Tembus SCOPUS? GRAPE! Good Research and Publication Practices

Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dosen di lingkungan Universitas Bina Nusantara, BINUS Corporate Learning & Development (BCL&D) mengadakan pelatihan Research Competency – Sukses Tembus Scopus yang dilakukan secara online learning melalui platform GreatNusa. Dikutip dari situsnya:

GreatNusa merupakan portal pembelajaran daring dengan visi membina dan memberdayakan bangsa Indonesia melalui akses belajar dimana dan kapan saja bagi pembelajar seumur hidup (lifelong learners). GreatNusa menghadirkan beragam materi pembelajaran praktis, berkualitas, terpilih
dari para ahli, praktisi profesional berpengalaman, dan institusi pendidikan terkemuka sebagai upaya mendukung pemerintah Indonesia dalam mencapai SDM Unggul Indonesia Maju.

Dr. Juneman Abraham diundang untuk berbagi ilmu dan best practice kepada para BINUS Faculty Members sebagai SME (Subject Matter Expert) & Fasilitator pada pelatihan ini. Berikut adalah Learning Outcome yang diharapkan dicapai melalui pelatihan pada 30 April 2020 ini: (1) Menjelaskan langkah-langkah menulis artikel penelitian agar dapat diterima dalam publikasi terindeks Scopus; (2) Menjelaskan tips & trik agar artikel/paper yang ditulis dapat diterima dalam publikasi terindeks Scopus; (3) Menjelaskan cara memilih jurnal / conference terindeks Scopus yang tepat.

Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh BINUS Research.

Tanggapan Peserta Pelatihan di GreatNusa

Apakah ada Risiko dalam Pengelolaan Perpustakaan Daring (Online Library)?

Webinar Series Ke-7 Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Terlaksana, 14 Mei 2020).