Monthly Archives: August 2026

Indonesia Terbuka : Risetnya Terbuka

Sebuah premis sederhana: Negeri yang terbuka, riset-risetnya tentu tidak ada yang ditutup-tutupi atau disamarkan.

Hasil riset anak-anak negerinya dapat dengan mudah ditemukan dalam referensi-referensi naskah-naskah akademik perundangan-undangan.

Data-data yang menjadi basis analisis juga secara transparan dibuka untuk khalayak.

Saya turut membicarakan juga skandal riset palsu ketika berbicara tentang riset terbuka dalam Forum Open Indonesia, 24 Juni 2026. Wikimedia dan BRIN, terima kasih telah menyelanggarakan kegiatan bermakna ini.

Industri Ranking Dunia bekerja di Universitas

Terlibat dalam urusan ranking dunia tentu tidak sepenuhnya salah, malahan dapat menjadi salah satu cermin. Yang bermasalah adalah fetisisme terhadap pemeringkatan tanpa dibarengi berpikir kritis. Sangat disesalkan bahwa sejumlah media – baik media massa mainstream maupun homeless media – turut mengglorifikasi berbagai perangkingan – barangkali, tanpa menyadari impak seriusnya.

Saya dengan ini mengajak kita semua untuk mengembangkan unbundled assessment yang mampu melihat keunggulan masing-masing kampus secara jauh lebih kontekstual, tidak menyerahkan begitu saja nasib universitas kepada industri ranking yang semakin agresif dan berdiferensiasi, selain membedah anggaran belanja ranking khususnya di Indonesia guna mencapai efisiensi serta efektivitas alokasi anggaran pendidikan Indonesia yang jauh lebih bermartabat ketimbang “mengejar ranking” semata.

Psikologi Korupsi untuk Awardee Beasiswa Negara

Kita perlu menyentuh hingga ke akar-akar psikologis korupsi, baik akar psikologi individual maupun akar psikologi sosial.

Bicara hingga ke akar seringkali dihindari. Ini yang menyebabkan sebagian kita pandai bicara antikorupsi, sementara justru mempraktikkan kebalikannya.

Para penerima beasiswa negara Republik Indonesia memiliki tanggung jawab tinggi untuk membadani kesejatian kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas moral dari setiap tindakannya, baik sedang dilihat orang maupun tidak.

Omon-omon dan Sifon: Puisi Otokritik Perguruan Tinggi

Kita tidak suka terhadap omon-omon

Namun…,
Kita sendiri kah pelaku omon-omon?

Celoteh di kelas – kita bilang “pendidikan”?

Paper bikinan AI – kita bilang “penelitian”?

Kunjungan masyarakat sesaat – kita sebut “pengabdian”?

Proyekan berseri-seri – kita sebut “keberlanjutan”?

Jurnalisme pesanan – kita namai “dampak kegiatan”?

Sungguh…,

Tobat nasional bukan hanya soal pejabat yang korupsi

Melainkan soal jujur di dunia pendidikan tinggi

Tinggalkan budaya proksi yang hampa arti

Dan selalu selidik berlandas hati nurani

Saatnya kita maraton ….

meninggalkan jauh omon-omon

Hadirkan pengalaman buat rakyat, abang dan nona ….

yang lebih manis, lebih ringan, dan lebih lembut dari sifon !

(Juneman Abraham)

Puisi ini dibacakan dalam Dies Natalis BINA NUSANTARA ke-45, tanggal 1 Juli 2026

Puisi ini termuat sebagai salah satu Chapter dalam 45 Puisi Humaniora untuk Nusantara (Editor: Andreas Akun)