Kita perlu menyentuh hingga ke akar-akar psikologis korupsi, baik akar psikologi individual maupun akar psikologi sosial.
Bicara hingga ke akar seringkali dihindari. Ini yang menyebabkan sebagian kita pandai bicara antikorupsi, sementara justru mempraktikkan kebalikannya.
Para penerima beasiswa negara Republik Indonesia memiliki tanggung jawab tinggi untuk membadani kesejatian kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas moral dari setiap tindakannya, baik sedang dilihat orang maupun tidak.
Pada 20 November 2014, dosen Jurusan Psikologi, BINUS University, Juneman Abraham, S.Psi., M.Si. ikut hadir sebagai peserta dalam sebuah konferensi internasional bertajuk โThe Role of Shame-based and Guilt-based Culture for Education: A Way to No-Corruption Societyโ yang diselenggarakan di Auditorium Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia.
Konferensi ini merupakan buah kerjasama Konsorsium yang terdiri atas Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia (PSJ UI), Universitas Padjadjaran, dan Universitas Al Azhar Indonesia, dan didukung oleh Ditjen DIKTI Kemdikbud RI.
Konferensi menghadirkan Pembicara: (1) Robertus Robet (Pakar Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta), yang membahas topik โThe Analysis of Indonesian Education System: No-Corruption Curriculumโ, (2) Saito Minoru (Kepala Sekolah Jakarta Japanese School)ย ย yang membahas topik โHaji no Bunka Shame and Tsumi no Bunka Guilt in Japanese Education Systemโ, serta (3) Adnan Pandu Praja (Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi) yang membahas topik โNational Character Building for No-Corruption Societyโ.
Di samping pemaparan topik-topik tersebut oleh para pembicara, konferensi ini juga menghadirkan pemaparan hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh para mahasiswa dari universitas-universitas anggota Konsorsium.
Juneman sendiri hadir atas informasi tentang agenda kegiatan ini dari Ketua Jurusan Psikologi BINUS University, Raymond Godwin, S.Psi., M.Si. melalui media sosial. Memang, seminar ini sangat relevan untuk dihadiri, karena Juneman melakukan penelitian yang mengangkat gejala tentang korupsi, yang dibahas dari perspektif psikologis. Di samping itu, ia juga sedang menyelenggarakan payung penelitian di Jurusan Psikologi BINUS University yang berkenaan dengan rasa malu dan rasa bersalah. Sudah terdapat sejumlah skripsi Sarjana Psikologi BINUS yang dihasilkan dari payung penelitiannya tersebut.
Dalam kesempatan konferensi tersebut, Juneman sempat mengajukan pertanyaan untuk didiskusikan mengenai peran ilmu-ilmu sosial dalam pemahaman, pencegahan dan pemberantasan korupsi.
Sejalan dengan penelitian yang sedang ditekuninya, pada 2015 ini Juneman juga memperoleh Hibah Bersaing DIKTI untuk riset dengan topik korupsi.
Berikut ini adalah beberapa gambar terkait dengan kegiatan konferensi ini.
Juneman Abraham sedang mengajukan pertanyaan (sumber: dokumentasi PSJ UI)