Kita perlu menyentuh hingga ke akar-akar psikologis korupsi, baik akar psikologi individual maupun akar psikologi sosial.
Bicara hingga ke akar seringkali dihindari. Ini yang menyebabkan sebagian kita pandai bicara antikorupsi, sementara justru mempraktikkan kebalikannya.
Para penerima beasiswa negara Republik Indonesia memiliki tanggung jawab tinggi untuk membadani kesejatian kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas moral dari setiap tindakannya, baik sedang dilihat orang maupun tidak.










