Industri Ranking Dunia bekerja di Universitas

Terlibat dalam urusan ranking dunia tentu tidak sepenuhnya salah, malahan dapat menjadi salah satu cermin. Yang bermasalah adalah fetisisme terhadap pemeringkatan tanpa dibarengi berpikir kritis. Sangat disesalkan bahwa sejumlah media – baik media massa mainstream maupun homeless media – turut mengglorifikasi berbagai perangkingan – barangkali, tanpa menyadari impak seriusnya.

Saya dengan ini mengajak kita semua untuk mengembangkan unbundled assessment yang mampu melihat keunggulan masing-masing kampus secara jauh lebih kontekstual, tidak menyerahkan begitu saja nasib universitas kepada industri ranking yang semakin agresif dan berdiferensiasi, selain membedah anggaran belanja ranking khususnya di Indonesia guna mencapai efisiensi serta efektivitas alokasi anggaran pendidikan Indonesia yang jauh lebih bermartabat ketimbang “mengejar ranking” semata.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted