Omon-omon dan Sifon: Puisi Otokritik Perguruan Tinggi

Kita tidak suka terhadap omon-omon

Namunโ€ฆ,
Kita sendiri kah pelaku omon-omon?

Celoteh di kelas – kita bilang “pendidikan”?

Paper bikinan AI – kita bilang “penelitian”?

Kunjungan masyarakat sesaat – kita sebut “pengabdian”?

Proyekan berseri-seri – kita sebut “keberlanjutan”?

Jurnalisme pesanan – kita namai “dampak kegiatan”?

Sungguhโ€ฆ,

Tobat nasional bukan hanya soal pejabat yang korupsi

Melainkan soal jujur di dunia pendidikan tinggi

Tinggalkan budaya proksi yang hampa arti

Dan selalu selidik berlandas hati nurani

Saatnya kita maraton โ€ฆ.

meninggalkan jauh omon-omon

Hadirkan pengalaman buat rakyat, abang dan nona โ€ฆ.

yang lebih manis, lebih ringan, dan lebih lembut dari sifon !

(Juneman Abraham)

Puisi ini dibacakan dalam Dies Natalis BINA NUSANTARA ke-45, tanggal 1 Juli 2026

Puisi ini termuat sebagai salah satu Chapter dalam 45 Puisi Humaniora untuk Nusantara (Editor: Andreas Akun)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted